Kreator Konten Jadi Ujung Tombak Jualan Kambing Kurban di Wonosobo

Sep 8, 2026 - 10:38
 0
Kreator Konten Jadi Ujung Tombak Jualan Kambing Kurban di Wonosobo

Wonosobo — Berjualan hewan kurban kini tidak selalu harus mengandalkan pembeli yang datang langsung ke kandang. Pemilik peternakan kambing di Wonosobo mencoba cara berbeda dengan menggandeng kreator konten untuk memasarkan hewan kurban melalui media sosial.

Strategi tersebut diterapkan Ali Murtadho, peternak kambing di Desa Bomerto, Kecamatan Wonosobo, Kabupaten Wonosobo. Menjelang Idul Adha, kandangnya tidak hanya dipenuhi kambing, tetapi juga aktivitas para kreator yang melakukan siaran langsung untuk menawarkan hewan kurban kepada calon pembeli.

Lima perempuan muda terlihat aktif mempromosikan kambing melalui TikTok dan Instagram. Mereka memperlihatkan kondisi hewan secara langsung kepada penonton, sekaligus menjawab pertanyaan dari calon pembeli yang ingin mengetahui kondisi kambing sebelum membeli.

Jualan Sambil Berhadapan Langsung dengan Kambing

Salah satu kreator yang ikut berjualan adalah Rahma Widyaningsih. Setiap hari menjelang Idul Adha, ia melakukan live streaming dari lokasi peternakan.

Menurut Rahma, sebagian pembeli berasal dari media sosial, sementara sebagian lainnya memilih datang langsung ke kandang setelah melihat promosi secara online.

Menariknya, calon pembeli juga bisa meminta kreator mengarahkan kamera ke bagian tertentu dari kambing untuk memastikan kondisinya.

Rahma mengatakan dirinya sudah terbiasa berada di antara kambing selama melakukan live. Kondisi kandang yang cukup bersih juga membuat aktivitas jualan secara langsung terasa lebih nyaman.

Komisi Jadi Daya Tarik bagi Kreator

Bagi para kreator, aktivitas tersebut bukan sekadar membantu peternak. Mereka juga memperoleh penghasilan dari setiap transaksi yang berhasil didapatkan.

Rahma menyebut komisi yang diberikan mencapai 10 persen dari setiap kambing yang terjual. Pembelinya pun tidak hanya berasal dari wilayah Wonosobo, tetapi juga dari luar daerah.

Kreator lain bernama Sanu awalnya mengaku masih merasa takut berdekatan dengan kambing. Namun setelah terbiasa, ia bahkan sudah berani memegang hewan tersebut ketika melakukan promosi.

Dari aktivitas live yang dilakukan, Sanu mengaku telah berhasil menjual enam ekor kambing kurban. Beberapa pembeli bahkan datang langsung ke kandang setelah terlebih dahulu melihat siaran langsungnya di media sosial.

Siapkan 200 Kambing untuk Musim Kurban

Ali Murtadho menyiapkan sekitar 200 ekor kambing untuk memenuhi kebutuhan kurban tahun tersebut.

Ia sengaja melibatkan kreator media sosial karena melihat adanya calon pembeli dari kalangan anak muda yang sebenarnya ingin berkurban, tetapi belum mengetahui tempat untuk membeli hewan kurban.

Harga kambing yang ditawarkan berada di kisaran Rp3 juta hingga Rp5 juta, tergantung bobot masing-masing hewan.

Untuk konsumen yang berada di wilayah Wonosobo, peternakan tersebut menyediakan layanan pengantaran hingga ke lokasi tujuan. Pengiriman ke luar kota juga dapat dilakukan, terutama apabila pembelian dilakukan dalam jumlah banyak.

Media Sosial Buka Cara Baru Berjualan

Strategi yang diterapkan peternakan Ali menunjukkan bagaimana media sosial dapat dimanfaatkan untuk menjangkau konsumen secara lebih luas.

Produk yang sebelumnya hanya bisa dilihat ketika calon pembeli datang ke kandang kini dapat diperkenalkan melalui layar ponsel. Calon pembeli juga bisa melihat kondisi hewan secara langsung sebelum memutuskan melakukan transaksi.

Bagi pelaku UMKM dan usaha peternakan, pola seperti ini dapat menjadi inspirasi untuk menggabungkan jualan offline dengan pemasaran digital. Kreator konten tidak hanya berperan sebagai pembuat video, tetapi juga dapat menjadi penghubung antara produk dan calon konsumen.

Pada akhirnya, semakin kreatif cara pelaku usaha memanfaatkan platform digital, semakin besar pula peluang produk lokal untuk ditemukan oleh pasar yang lebih luas.

-cliploo.com

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0