Jualan di E-Commerce Masih Cuan, Ini Strategi Penjual Hadapi Biaya Admin

Sep 8, 2026 - 10:48
 0
Jualan di E-Commerce Masih Cuan, Ini Strategi Penjual Hadapi Biaya Admin

Jakarta — Perdagangan melalui platform e-commerce masih menjadi salah satu peluang bisnis yang menarik bagi para penjual di Indonesia. Meski sejumlah platform menerapkan penyesuaian biaya administrasi, besarnya pasar digital membuat aktivitas jualan online dinilai tetap memiliki prospek.

Pertumbuhan tersebut tidak terlepas dari semakin banyaknya masyarakat yang menggunakan internet untuk memenuhi berbagai kebutuhan. Penetrasi internet di Indonesia pada 2023 tercatat mencapai sekitar 79,5 persen, atau setara dengan 221 juta pengguna.

Perubahan kebiasaan tersebut ikut mendorong masyarakat beralih dari transaksi konvensional ke berbagai platform digital seperti Tokopedia, TikTok Shop, Lazada, Blibli, hingga Shopee.

Indonesia Jadi Pasar Besar E-Commerce

Besarnya jumlah pengguna internet membuat Indonesia menjadi salah satu pasar e-commerce utama di kawasan Asia Tenggara.

Data Momentum Works menunjukkan Indonesia menyumbang sekitar 46,9 persen Gross Merchandise Value (GMV) e-commerce Asia Tenggara pada 2024. Sementara itu, laporan eCommerceDB memperkirakan industri e-commerce Indonesia masih mengalami pertumbuhan yang signifikan.

Direktur Ekonomi Digital Center of Economic and Law Studies (CELIOS) Nailul Huda menilai besarnya pasar digital Indonesia dipengaruhi oleh karakter masyarakat yang semakin terbiasa menggunakan teknologi.

Kelompok usia muda, khususnya Gen Z dan milenial, turut menjadi bagian penting dari pertumbuhan tersebut. Selain itu, perkembangan kelas menengah juga membuat aktivitas konsumsi melalui kanal digital semakin berkembang.

Harga Jadi Pertimbangan Utama Konsumen

Salah satu alasan e-commerce tetap diminati adalah kemudahan konsumen dalam membandingkan harga.

Nailul Huda menyebut konsumen Indonesia cenderung sensitif terhadap harga. Kehadiran berbagai toko dalam satu platform memungkinkan calon pembeli melihat harga dari beberapa penjual sebelum menentukan pilihan.

Kondisi tersebut membuat penjual harus memperhatikan harga jual agar tetap kompetitif. Di sisi lain, mereka juga perlu menghitung berbagai biaya operasional yang muncul selama berjualan melalui platform digital.

Biaya Admin Naik, Penjual Harus Lebih Cermat

Persoalan biaya administrasi menjadi salah satu tantangan bagi penjual online. Sejumlah platform e-commerce diketahui melakukan penyesuaian biaya layanan bagi penjual.

Meski demikian, biaya tersebut pada dasarnya digunakan untuk mendukung berbagai layanan yang disediakan platform. Mulai dari layanan pelanggan, fitur komunikasi antara pembeli dan penjual, sistem perlindungan transaksi, hingga pengembangan teknologi.

Menurut Huda, kenaikan biaya administrasi seharusnya diikuti dengan peningkatan kualitas layanan. Jika biaya bertambah tetapi pelayanan tidak mengalami perkembangan, penjual berpotensi mempertimbangkan platform lain.

Dari sisi penjual, biaya tambahan tersebut juga perlu dimasukkan ke dalam perhitungan harga dan biaya operasional bisnis.

E-Commerce Masih Menawarkan Peluang

Terlepas dari adanya biaya administrasi, bisnis melalui e-commerce masih dinilai menjanjikan.

Momentum Works mencatat Shopee menguasai sekitar 48 persen pangsa pasar e-commerce Asia Tenggara selama lima tahun terakhir. Sementara itu, survei IPSOS menunjukkan Shopee menjadi platform yang paling banyak direkomendasikan konsumen kepada orang terdekat, disusul Tokopedia, TikTok Shop, dan Lazada.

Direktur Eksekutif ICT Indonesia Heru Sutadi menilai kenaikan biaya admin masih dapat diterima selama besarannya tidak terlalu membebani penjual maupun konsumen.

Namun, persaingan antarplatform tetap menjadi faktor yang perlu diperhatikan. Jika biaya semakin tinggi tanpa diimbangi manfaat yang sepadan, konsumen maupun penjual dapat berpindah ke platform lain atau kembali melakukan transaksi secara offline.

Kualitas Produk dan Harga Tetap Jadi Kunci

Heru menyarankan penjual tidak hanya fokus pada biaya administrasi. Kualitas produk, pelayanan, harga, serta kemudahan proses pengembalian barang juga menjadi faktor penting untuk mempertahankan konsumen.

Penjual juga dapat memanfaatkan fitur promosi berbayar yang tersedia di platform untuk meningkatkan jangkauan produk. Strategi tersebut memang membutuhkan biaya tambahan, tetapi dapat membantu meningkatkan trafik dan peluang transaksi jika digunakan secara tepat.

Pada akhirnya, berjualan di e-commerce masih memiliki peluang keuntungan selama penjual mampu mengelola biaya dengan baik. Menentukan harga secara cermat, menjaga kualitas produk, memberikan pelayanan yang baik, serta memilih strategi promosi yang tepat menjadi kunci agar bisnis online tetap kompetitif di tengah perubahan biaya layanan.

-cliploo.com

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0