Dari Sambal hingga Ayam Crispy, UMKM Ini Raup Ratusan Juta dari Jualan Online
Jakarta — Makanan pedas menjadi salah satu produk yang memiliki pasar kuat di Indonesia. Kegemaran masyarakat terhadap sambal dan berbagai makanan bercita rasa pedas ternyata juga membuka peluang bisnis bagi pelaku UMKM untuk mengembangkan usaha melalui platform digital.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan industri makanan dan minuman tumbuh 3,28 persen pada kuartal III 2023 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Pertumbuhan tersebut berjalan beriringan dengan meningkatnya aktivitas belanja makanan secara online. Tokopedia bahkan mencatat penjualan sejumlah produk makanan pedas, termasuk berbagai jenis sambal, mengalami peningkatan rata-rata lebih dari empat kali lipat sepanjang Januari-September 2023 dibandingkan periode yang sama pada 2022.
Dari tren tersebut, muncul kisah sejumlah pelaku usaha yang berhasil menjadikan sambal sebagai produk utama dan mengembangkan bisnisnya melalui penjualan online.
Oelek Bangkit Setelah Restoran Keluarga Tumbang
Salah satunya adalah Carel Setiawan, pemilik usaha sambal Oelek. Bisnis tersebut bermula setelah restoran milik keluarganya mengalami kesulitan dan akhirnya terdampak pandemi.
Carel sempat mencoba berbagai jenis usaha secara online, termasuk menjual siomay. Namun, produk sambal justru mendapat respons positif dari konsumen.
Sejak 2021, Carel kemudian fokus mengembangkan Oelek sebagai bisnis sambal yang dipasarkan melalui kanal digital.
Pada awalnya, Oelek hanya memiliki beberapa pilihan seperti sambal teri, sambal kecombrang, dan sambal terasi. Seiring perkembangan usaha, Carel memperluas pilihan produknya dengan menghadirkan sambal cumi, sambal ayam suwir, hingga sambal se'i sapi.
Konsep tersebut dibuat berbeda dengan sambal pada umumnya. Oelek ingin menghadirkan potongan lauk dalam jumlah yang cukup banyak sehingga sambal tidak hanya berfungsi sebagai pelengkap makanan.
Produksi Dikembangkan agar Produk Lebih Tahan Lama
Pertumbuhan bisnis membuat Carel tidak hanya fokus pada pemasaran. Ia juga melakukan pengembangan dalam proses produksi agar sambal dapat memiliki masa simpan lebih panjang.
Salah satu teknologi yang digunakan adalah pasteurisasi untuk menghambat pertumbuhan mikroorganisme. Dengan proses tersebut, produk sambal dapat bertahan hingga sekitar tiga bulan.
Oelek kemudian menggunakan proses sterilisasi sehingga beberapa produknya mampu memiliki masa simpan hingga satu tahun.
Untuk bahan baku, Carel bekerja sama dengan sejumlah pelaku usaha di pasar tradisional, termasuk pemasok dari wilayah Tangerang. Ia juga menggandeng pelaku usaha lain untuk memenuhi kebutuhan daging pada sejumlah varian sambal.
Strategi tersebut menunjukkan bahwa pertumbuhan sebuah UMKM tidak hanya berdampak pada pemilik usaha, tetapi juga dapat melibatkan pelaku usaha lain dalam rantai produksinya.
Penjualan Oelek Melonjak Lebih dari 11 Kali Lipat
Strategi pengembangan produk dan pemasaran online memberikan hasil bagi Oelek.
Penjualan toko online Oelek di Tokopedia disebut meningkat hingga lebih dari 11,5 kali lipat sepanjang 2023 dibandingkan tahun sebelumnya. Omzet bulanannya di platform tersebut juga mencapai ratusan juta rupiah.
Program promosi digital turut memberikan dampak. Saat mengikuti kampanye Beli Lokal pada momen Harbolnas 12.12 2023, penjualan Oelek disebut mampu meningkat hingga tiga kali lipat dibandingkan hari biasa.
Mantan Sales Beralih Jadi Pengusaha Sambal
Cerita serupa datang dari Andrianto Sunggoro, pemilik usaha Mr Crispy.
Sebelum terjun ke bisnis kuliner, Andrianto bekerja sebagai sales perabotan rumah tangga di Singkawang, Kalimantan Barat. Ia kemudian mencoba peruntungan dengan membuka restoran ayam geprek pada 2016.
Namun, pandemi membuat usaha restoran yang dijalankannya mengalami tekanan. Sejumlah cabang bahkan harus ditutup.
Situasi tersebut membuat Andrianto mencari cara lain untuk mempertahankan bisnis. Ia kemudian mencoba menjual sambal secara online meski sebelumnya belum memiliki banyak pengalaman menggunakan platform digital.
Respons konsumen ternyata cukup positif. Penjualan sambal melalui marketplace kemudian menjadi salah satu sumber pendapatan penting bagi Mr Crispy.
Omzet Online Capai Ratusan Juta
Andrianto mengembangkan berbagai produk untuk memenuhi selera konsumen. Sambal cumi dan sejumlah produk lauk cepat saji menjadi beberapa produk yang banyak diminati.
Untuk memenuhi kebutuhan produksi, Mr Crispy juga bekerja sama dengan pemasok cabai dan bawang dari pasar tradisional di Jakarta.
Pemanfaatan kanal digital memberikan perubahan besar bagi bisnis tersebut. Andrianto menyebut omzet bulanan Mr Crispy melalui penjualan online dapat mencapai ratusan juta rupiah, sedangkan total penjualan online meningkat sekitar 10 kali lipat dibandingkan sebelum pandemi.
Pada kampanye Beli Lokal saat Harbolnas 12.12 2023, omzet Mr Crispy melalui Tokopedia dan TikTok bahkan disebut mencapai Rp300 juta.
Digitalisasi Buka Jalan Baru untuk UMKM
Kisah Oelek dan Mr Crispy memperlihatkan bagaimana kondisi sulit dapat mendorong pelaku UMKM menemukan model bisnis baru.
Produk makanan yang sebelumnya mengandalkan restoran atau penjualan secara langsung dapat dikembangkan menjadi produk kemasan yang lebih mudah dipasarkan secara online.
Bagi UMKM makanan, keberadaan marketplace juga membuka kesempatan untuk menjangkau konsumen di luar wilayah tempat usaha mereka berada. Ditambah strategi promosi dan pengembangan produk, pasar yang awalnya terbatas dapat berkembang jauh lebih luas.
Namun, keberhasilan bisnis online tidak hanya bergantung pada keberadaan marketplace. Kualitas produk, inovasi rasa, ketahanan produk, kemampuan membaca selera konsumen, serta konsistensi pemasaran tetap menjadi bagian penting dalam membangun usaha.
Cerita dua pelaku usaha tersebut menjadi gambaran bahwa produk sederhana seperti sambal pun dapat memiliki potensi besar ketika dikembangkan dengan strategi yang tepat dan dipasarkan melalui kanal digital.
-cliploo.com
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
0