UMKM Bisa Bangun Toko Online Gratis Lewat Kolaborasi TIKI dan Shopify
Jakarta — Pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) kini memiliki kesempatan untuk mulai membangun toko digital tanpa harus mengeluarkan biaya di tahap awal. Program kolaborasi PT Citra Van Titipan Kilat (TIKI), Shopify, dan SSDC menyediakan fasilitas pembuatan website toko online sekaligus pelatihan digital bagi UMKM.
Program ini dirancang untuk membantu pelaku usaha yang ingin memperluas pemasaran dari cara konvensional menuju kanal digital. Selain website, peserta juga mendapatkan dukungan berupa edukasi dasar dan integrasi layanan pengiriman.
Website Jadi Identitas Baru UMKM
Direktur Utama TIKI Yulina Hastuti menilai keberadaan website semakin penting bagi bisnis yang ingin berkembang di tengah perubahan perilaku konsumen.
Melalui website sendiri, UMKM dapat memiliki identitas bisnis yang lebih profesional sekaligus memberikan ruang bagi konsumen untuk mengenal dan membeli produk tanpa terbatas lokasi maupun waktu.
Peluang tersebut semakin besar seiring perkembangan ekonomi digital Indonesia. Laporan Google, Temasek, dan Bain & Company sebelumnya memperkirakan nilai ekonomi digital Indonesia mencapai US$109 miliar pada 2025.
Di sisi lain, transaksi perdagangan elektronik secara global juga terus menunjukkan potensi pertumbuhan yang besar. Kondisi ini membuka peluang bagi UMKM Indonesia untuk tidak hanya menjangkau konsumen domestik, tetapi juga mempertimbangkan pasar internasional.
Tidak Perlu Jago Teknologi untuk Memulai
Shopify dipilih sebagai salah satu mitra dalam program tersebut karena menyediakan berbagai fitur yang dapat digunakan untuk membangun dan mengelola toko digital.
Bagi pelaku UMKM yang belum pernah memiliki website, proses tersebut diharapkan menjadi lebih mudah karena peserta juga mendapatkan pendampingan dan pelatihan.
Program ini terbuka bagi UMKM yang sudah memiliki produk siap jual dan bersedia mengikuti proses onboarding. Peserta akan memperoleh website toko online berbasis Shopify, materi pembelajaran digital, integrasi pengiriman TIKI, serta kesempatan memperluas jangkauan pemasaran.
Fasilitas diberikan secara gratis untuk tahap awal atau masa percobaan. Peserta juga akan mendapatkan informasi mengenai biaya operasional yang mungkin berlaku setelah periode tersebut berakhir.
Dorong UMKM Berani Masuk Pasar Digital
Kolaborasi ini tidak hanya berfokus pada pembuatan website. Pelaku UMKM juga diarahkan agar memiliki pemahaman dasar mengenai cara menjalankan bisnis melalui kanal digital.
Materi dan pendampingan diharapkan membantu peserta memahami bagaimana menampilkan produk secara profesional, memanfaatkan sistem pembayaran, mengelola toko online, serta menggunakan dukungan logistik untuk memenuhi pesanan pelanggan.
Direktur SSDC Samuel Sabandar mengatakan kehadiran website dapat menjadi bagian dari fondasi bisnis yang lebih kuat. Menurutnya, toko digital bukan sekadar tempat menampilkan produk, tetapi juga dapat menjadi sarana untuk membangun kredibilitas dan mendukung perkembangan usaha.
Ke depan, program ini menargetkan semakin banyak UMKM yang mampu menjalankan bisnis secara digital dan meningkatkan transaksi. Dalam jangka panjang, inisiatif tersebut diharapkan ikut membentuk ekosistem UMKM yang lebih mandiri dan mampu bersaing di pasar yang lebih luas.
Bagi pelaku usaha yang selama ini hanya mengandalkan penjualan offline, kehadiran website bisa menjadi salah satu langkah untuk mulai membangun toko online milik sendiri.
-cliploo.com
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
0