25 Tahun Jualan Buku di Dipatiukur, Wagino Kini Siap Beralih ke Online

Sep 8, 2026 - 10:29
 0
25 Tahun Jualan Buku di Dipatiukur, Wagino Kini Siap Beralih ke Online

Bandung — Selama seperempat abad, buku-buku menjadi bagian dari kehidupan Wagino, pedagang berusia 64 tahun yang menjalankan usaha di kawasan Dipatiukur, Bandung. Kini, lapak yang selama ini menjadi tempatnya mencari nafkah harus menghadapi penertiban bangunan liar di sepanjang Jalan Dipatiukur dan Jalan Singaperbangsa.

Di tengah aktivitas pembongkaran pada Rabu (24/6/2026), Wagino masih terlihat menjalankan aktivitas seperti biasanya. Ia tetap menata buku dan melayani pembeli yang datang ke lapaknya.

Bagi Wagino, kemungkinan kehilangan tempat berjualan memang menjadi kenyataan yang harus dihadapi. Setelah puluhan tahun mencari penghasilan dari lokasi tersebut, ia memilih menerima keputusan penertiban tanpa melakukan perlawanan.

Lapak yang Jadi Pilihan Mahasiswa

Selama bertahun-tahun, lapak Wagino dikenal sebagai salah satu tempat mahasiswa mencari buku dengan harga yang lebih terjangkau. Pelanggannya datang dari berbagai kampus di Bandung, termasuk mahasiswa ITB dan sejumlah perguruan tinggi lainnya.

Namun, perubahan teknologi turut memengaruhi bisnis buku fisiknya. Kehadiran internet dan smartphone membuat masyarakat semakin mudah mencari informasi maupun membeli berbagai kebutuhan melalui platform digital.

Wagino pun merasakan perubahan tersebut secara langsung. Jumlah pembeli yang datang ke lapaknya kini tidak sebanyak masa-masa sebelumnya.

Meski bisnisnya mengalami perubahan, lapak tersebut tetap memiliki arti penting dalam perjalanan hidupnya. Dari usaha berjualan buku itulah Wagino mampu memenuhi kebutuhan keluarga dan membiayai pendidikan anak-anaknya.

Berhasil Mengantarkan Anak hingga Sarjana

Wagino merupakan ayah dari tujuh anak dan memiliki tiga cucu. Dua dari anaknya telah berhasil menyelesaikan pendidikan hingga memperoleh gelar sarjana.

Keberhasilan tersebut menjadi salah satu hal yang paling dibanggakan Wagino setelah bertahun-tahun mengandalkan penghasilan dari berjualan buku.

Kini, ketika lapaknya terancam hilang akibat penertiban, ia tidak memilih berhenti dari dunia usaha. Justru, Wagino mulai menyiapkan cara baru agar tetap bisa menjalankan bisnis.

Tak Mau Berhenti, Siapkan Jualan Online

Wagino berencana memindahkan aktivitas jual-beli bukunya ke ranah digital. Ia telah mulai menyiapkan penjualan melalui online dan berencana memanfaatkan sejumlah toko atau pelanggan yang selama ini telah menjadi bagian dari jaringan usahanya.

Pilihan tersebut menunjukkan bagaimana pelaku usaha kecil harus beradaptasi dengan perubahan zaman. Bagi Wagino, usia bukan alasan untuk berhenti mencari penghasilan.

Setelah 25 tahun mengandalkan lapak di pinggir jalan, kini ia bersiap membawa usahanya ke ruang digital.

Perjalanan Wagino menjadi gambaran bahwa perubahan tempat usaha tidak selalu berarti berakhirnya sebuah usaha. Dengan memanfaatkan teknologi dan pelanggan yang sudah dimiliki, bisnis tetap memiliki peluang untuk dilanjutkan dalam bentuk yang berbeda.

-cliploo.com 

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0